Tinta Indonesia
banner 728x250

Diduga Kepsek SMPN 02 Tungkal Ulu Tidak Mengedepankan Skala Prioritas Dalam Pengelolaan Dana BOS, Rasio 1 Buku untuk 1 Murid Belum Terpenuhi

TANJABBAR, tintaindonesia.my.id
Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 02 Tungkal Ulu diperkirakan tidak mengedepankan skala prioritas dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal ini terlihat dari rasio buku yang belum memenuhi standar 1 buku untuk 1 murid.

Pengelolaan dana BOS yang tidak tepat sasaran dapat menyebabkan kurangnya fasilitas dan sumber daya belajar yang memadai bagi murid. Rasio buku yang belum memenuhi standar dapat menghambat proses belajar mengajar dan mengurangi kualitas pendidikan.

Sebagaimana yang tertera dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 yang mana Peraturan ini mengatur tentang standar nasional pendidikan, termasuk standar sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, termasuk buku pelajaran. Jika berkaca dari peraturan ini, Sudah sepantasnya kepsek SMPN 02 (dulunya SMPN 01 Tungkal ulu, sekarang berubah menjadi SMPN 02 Tungkal ulu – red.) lebih mendahulukan Pembelian buku mata pelajaran yang kurang ketimbang memenuhi kebutuhan lainnya dalam pengelolaan Dana BOS.

Diketahui jumlah siswa penerima dana BOS pada tahun 2024 sebanyak 230 siswa dan anggaran dana BOS yang diterima oleh pihak sekolah sebesar Rp. 285.200.000. namun pihak sekolah hanya mengeluarkan dana sebesar Rp. 8.387.600 dalam kegiatan pengembangan perpustakaan, dari sini patut diduga bahwa kepsek SMPN 02 Tungkal ulu tidak mengedepankan skala prioritas kebutuhan murid dalam pengelolaan Dana BOS.

Ditemui di lingkungan sekolah, sejumlah murid menyampaikan keluhan mereka dalam proses menuntut ilmu di SMPN 02 Tungkal ulu, kepada awak media.

“Ada beberapa mata pelajaran (mapel) yang buku paket nya masih kurang, seperti mapel IPA, mapel IPS, mapel PKN dan mapel Bahasa Inggris. Jadi dalam proses belajar mengajar kami menggunakan 1 buku untuk 2 murid, dengan cara duduk berdampingan”, ujar murid-murid kelas 7 SMPN 02 Tungkal ulu pada, Selasa(27 Mei 2025)

Belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah terkait dugaan ketidakprioritasan dalam pengelolaan dana BOS sebab Ketika Wak media menyambangi sekolah, Veri Bastian, yang dalam hal ini selaku kepsek SMPN 02 Tungkal ulu sedang berada di luar sekolah.

Sementara itu Zainul, yang dalam hal ini selaku manager dana BOS kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), masih memilih bungkam ketika awak media berupaya untuk berkomunikasi melalui saluran telepon dan permintaan tanggapan, terkait sejumlah sekolah yang masih belum bisa memenuhi rasio 1 buku untuk 1 murid, yang dilayangkan melalui pesan singkat WhatsApp ke nomor nya.(Selasa, 27 Mei 2025)

Diharapkan pihak sekolah dan manajer dana BOS dapat memberikan klarifikasi dan solusi atas masalah ini.

Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di kabupaten Tanjung Jabung Barat dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pihak sekolah.

Harapan masyarakat kepada Pemerintah daerah, khususnya kepada Manager BOS kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat memantau dan memastikan bahwa dana BOS digunakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Reporter : Adi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *