TANJABBAR, tintaindonesia.my.id
Rangkaian pemberitaan yang muncul di media ini, belakangan menjadi sorotan publik dan akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) pada Rabu (16/07/2025).
Kepala dinas menyatakan komitmennya untuk menjawab secara langsung semua pemberitaan yang telah diterbitkan.
“Rebu(22/07/2025 – red.) kita ketemu, semua apa yg bp beritakan sy jawab,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Sebagai bentuk itikad baik dan profesionalisme dalam menjalankan fungsi jurnalistik, penulis telah merangkum sejumlah pertanyaan yang disusun berdasarkan judul dalam pemberitaan sebelumnya, dengan harapan dapat menjadi bahan klarifikasi sekaligus ruang refleksi untuk perbaikan ke depannya.
Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sudah dirangkum berdasarkan judul berita yang sudah di terbitkan :
“Misteri Pengadaan Laptop Rp2,6 Miliar: PPK Bungkam, Spesifikasi Rendah Dipertanyakan”
- Siapa pemenang tender dari pengadaan tersebut?
- Kenapa keputusan yang di ambil tertuju pada merek libera merdeka?
- Berapa harga per unit yng didapatkan dari dinas?
- Apakah spesifikasi seperti ini masih layak digunakan dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan sekarang?
- Berapa sekolah yng nanti nya akan mendapatkan bantuan ini?
- Berapa jumlah laptop yang didapat kan nanti nya dari masing masing sekolah?
- Sekolah mana saja yang nantinya akan mendapatkan bantuan itu?
- Apa alasan di balik harga laptop yang disebut-sebut dua kali lipat dari harga pasaran?
- Apakah spesifikasi laptop yang dibeli sudah sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era digital saat ini?
- Apakah ada tim ahli yang melakukan kajian tentang kebutuhan teknologi untuk pendidikan?
- Mengapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak memberikan pernyataan resmi tentang pengadaan laptop ini, ketika awak media mempertanyakan guna perimbangan dalam penulisan berita?
“Mubazir! Ratusan Laptop Bantuan Dinas Pendidikan Tanjabbar Hanya Dipakai Setahun Sekali untuk UNBK”
- Tanggapan nya pak, terkait dugaan pengadaan laptop yang mubazir, dalam artian kata laptop tersebut di pergunakan hanya pada waktu-waktu tertentu saja?
- Apa alasan di balik pengadaan laptop dengan spesifikasi rendah yang hanya digunakan untuk UNBK?
- Dalam penyampaian salah seorang staf dinas pendidikan (ambo anta) menyarankan agar bantuan laptop yang sudah diberikan agar dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar lantas mengapa Mengapa laptop yang dibeli tidak dilengkapi dengan aplikasi penting seperti Microsoft Word atau Excel?
- Mengapa Dinas Pendidikan Tanjabbar kembali mengalokasikan dana untuk membeli laptop dengan spesifikasi serupa yang sebelumnya dinilai tidak memadai untuk kegiatan proses belajar mengajar?
“Pembangunan Laboratorium Komputer Ditengah Keluhan Sejumlah TenDik yang Tak Kunjung Digubris “
- Apa alasan di balik pembangunan laboratorium komputer di sejumlah sekolah, sementara perangkat laptop yang sebelumnya dibagikan tidak efektif untuk proses belajar mengajar?
- Apakah ada kajian yang memadai tentang kebutuhan laboratorium komputer di sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan pembangunan tersebut?
- Mengapa Dinas Pendidikan tidak memprioritaskan perbaikan rumah dinas guru dan ruang kelas belajar yang tidak layak huni dan pakai?
- Apa yang menyebabkan proposal perbaikan rumah dinas guru dan ruang kelas belajar tidak kunjung mendapatkan respons dari Dinas Pendidikan?
- Apakah pembangunan laboratorium komputer di sejumlah sekolah sudah sesuai dengan kebutuhan dasar pendidikan di kabupaten Tanjabbar?
- Apakah ada evaluasi yang memadai tentang kebutuhan pendidikan di Tanjabbar?
- Apakah ada rencana untuk memastikan bahwa pembangunan laboratorium komputer tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan?
“20 Tahun Mengabdi, Dinding Rumah Dinas Ditambal Dengan Seng Bekas”
- Apa alasan di balik pembangunan laboratorium komputer di SDN 049, sementara rumah dinas guru di sekolah tersebut kondisinya sudah memprihatinkan?
- Apakah ada kajian yang memadai tentang kebutuhan sekolah tersebut?
- Mengapa Dinas Pendidikan tidak memprioritaskan perbaikan rumah dinas guru yang sudah memprihatinkan, sementara sekolah tersebut mendapatkan bantuan pembangunan fisik lainnya?
“Pembangunan Sekolah di Tanjab Barat Dinilai Mubazir dan Tak Merata, Dugaan Kinerja Lemahnya Tim Verifikasi Mencuat”
- Mengapa ada sekolah yang terus-menerus mendapatkan proyek pembangunan setiap tahun, sementara sekolah lain yang membutuhkan tidak tersentuh?
- Bagaimana proses verifikasi teknis dilakukan oleh tim teknis dan penilik Dinas Pendidikan Tanjab Barat? Apakah mereka benar-benar turun ke lapangan untuk menilai kebutuhan sekolah? Berapa besaran uang jalan dalam sekali melakukan verifikasi terkait kebutuhan rehab infrastruktur sekolah?
- Apa kriteria yang digunakan oleh Dinas Pendidikan Tanjab Barat untuk menentukan prioritas pembangunan sekolah? Apakah berdasarkan tingkat kerusakan, jumlah siswa, lokasi strategis, atau kondisi darurat?
- Mengapa ada sekolah yang memiliki ruang kelas kosong setelah direhabilitasi, sementara kegiatan belajar mengajar tidak menggunakan semua ruang yang tersedia?
- Mengapa dinas pendidikan atau pihak sekolah tidak memanfaatkan ruang kelas yang selesai di rehab tahun kemarin untuk menjadi laboratorium komputer?
- Dari penyampaian sejumlah guru, yng tinggal di rumah dinas SDN 001 tersebut adalah penjaga sekolah, maksud kami mengapa pihak dinas tidak mengedepankan prioritas untuk rumah dinas yang ditempati oleh guru dengan kondisi yang sudah sangat memprihatikan?
- Apa langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Tanjab Barat untuk meningkatkan transparansi dan keadilan dalam distribusi anggaran pendidikan?
Sangat di sayangkan, janji temu yng sudah disampaikan tampaknya belum bisa terealisasi. Jawaban yang diharapkan bisa membantahkan sejumlah dugaan masih menjadi misteri bagi penulis.
Padahal klarifikasi dari pihak dinas sangat dinanti, bukan hanya untuk menjawab kritik media, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Namun ketika tulisan di atas disampaikan ke kadis, Dahlan yang dalam hal ini selaku Kepala dinas memberi janji kembali.
“Kita wawancara aja, skrg lagi rapat di luar kota, minggu depan”, jawabnya ketika penulis meminta koreksi/sanggahan dari tulisan di atas pada Kamis (24/07/2025)
Pewarta: Adi Riswanto













