TINTAINDONESIA.MY.ID – Rokan Hilir
Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam berbagai elemen, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hilir, menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Rokan Hilir, Jumat (17/4/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut diwarnai dengan tuntutan tegas kepada Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Sahroni, agar mengundurkan diri atau dicopot dari jabatannya. Massa menilai, selama kurang lebih dua tahun masa kepemimpinannya, kinerja Polres Rohil belum menunjukkan hasil maksimal, khususnya dalam penanganan peredaran narkoba yang disebut masih marak di 18 kecamatan.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti kondisi peredaran narkotika yang dinilai belum terkendali. Mereka juga menanggapi capaian Polres Rohil yang sebelumnya mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti sekitar 80 kilogram sabu. Namun, sebagian massa menilai capaian tersebut belum cukup menjawab persoalan yang terjadi di lapangan.
“Pengungkapan itu tidak serta-merta mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Kami menilai peredaran narkoba masih terjadi dan perlu penanganan lebih serius,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain itu, massa juga mengkritisi kegiatan yang melibatkan figur publik sebagai duta anti-narkoba. Menurut mereka, langkah tersebut dinilai lebih bersifat seremonial dan belum menyentuh akar persoalan.
Aksi yang berlangsung sempat memanas ketika massa mencoba masuk ke dalam area Mapolres. Dorong-mendorong dengan aparat yang berjaga tidak terhindarkan, meski situasi masih dapat dikendalikan.
Kapolres Rokan Hilir tidak berada di lokasi saat aksi berlangsung. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Kapolres sedang menjalankan tugas di wilayah Panipahan.
Wakil Kepala Polres (Waka Polres) Rokan Hilir, Kompol Rikki, kemudian menemui massa untuk meredakan situasi. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menampung dan meneruskan tuntutan para demonstran kepada Kapolres.
“Kami akan menyampaikan seluruh tuntutan rekan-rekan kepada Kapolres. Saat ini beliau sedang bertugas di Panipahan karena situasi di sana masih perlu penanganan dan beliau diperintahkan untuk standby,” ujar Rikki di hadapan massa.
Ia juga menambahkan bahwa kepolisian tengah berupaya melakukan penindakan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hilir, Eka Rahayu, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi daerah.
“Kami menilai persoalan narkoba ini serius dan perlu penanganan yang lebih konkret. Jika tuntutan kami tidak ditanggapi, kami akan menggalang kekuatan yang lebih besar dengan melibatkan elemen masyarakat lainnya,” ujarnya.
Eka juga menyampaikan bahwa aksi kali ini sengaja dilakukan dengan jumlah massa terbatas sebagai bentuk upaya menjaga situasi tetap kondusif.
Aksi berlangsung hingga sore hari dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di sekitar Mapolres Rokan Hilir kembali berangsur kondusif.
(penulis: Adi Riswanto)













