Tinta Indonesia
banner 728x250

Camat Waringin Kurung Tekankan Kesadaran Masyarakat Terkait Sampah Liar

Serang, TintaIndonesia.my.id –
Camat Waringin Kurung, Imadul Majdi, S.Ip., M.Si., menyampaikan bahwa penanganan sampah di wilayahnya sudah berjalan cukup baik. Ia mengapresiasi para kepala desa yang telah bekerja keras mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, khususnya dalam menanggulangi keberadaan sampah liar.

Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan bagian dari Program 100 Hari Kerja Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Najib Amas, yang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

“Saya selalu menyampaikan kepada seluruh kepala desa di setiap pertemuan agar mereka terus menghimbau warganya untuk memahami pola hidup bersih dan sehat, terutama dalam hal pengelolaan sampah,” ujar Imadul Majdi di ruang kerjanya, Kamis (24/7/2025).

Ia menambahkan bahwa penanganan sampah menjadi perhatian semua pihak karena hingga kini Kabupaten Serang masih belum memiliki tempat pembuangan sampah skala besar dan masih mengandalkan pembuangan ke wilayah Pandeglang.

Namun demikian, Kecamatan Waringin Kurung telah mengambil langkah konkret dengan melakukan kegiatan “Gerebek Sampah Liar”, yang dimulai dari pembersihan aliran sungai di Desa Sasahan dan Desa Binangon.

“Kami sudah bekerja sama dengan unsur Tripika, kepala desa, dan lintas sektor lainnya untuk langsung turun ke lapangan menyisir aliran sungai dan membersihkan tumpukan sampah liar, khususnya di Sungai Sasahan,” tambahnya.

Tak hanya sebatas kegiatan bersih-bersih, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai manfaat sampah dan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi melalui Bank Sampah.

Imadul menjelaskan bahwa masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, perlu membiasakan diri memilah sampah dari rumah — membedakan antara sampah kering seperti plastik dengan sampah basah seperti sisa makanan.

“Sampah plastik, seperti bekas minyak jelantah, bisa diolah menjadi bahan bakar gas. Sedangkan sampah organik dari sisa makanan bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot, yang bermanfaat sebagai pakan ikan dan ternak,” jelasnya.

Ia pun menyatakan rasa syukurnya karena masyarakat kini mulai memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomis dan bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh. Kami berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat,” tutup Camat Imadul Majdi.
(L30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *