Jambi — Skandal distribusi ilegal gas bersubsidi kembali mencuat. Ratusan tabung gas LPG 3 kg berlebel hijau bersubsidi diduga kuat dijual bebas di Kota Jambi dengan harga fantastis. Ironisnya, praktik ini disebut-sebut melibatkan seorang oknum perwira Polres Kabupaten Batang Hari berpangkat Komisaris Polisi (Kompol).
Temuan ini berawal dari investigasi tim awak media haloindonesianews.com,Tinta Indonesia my.id dan mediapolisinasional.net pada Jum’at (20/06/2025), yang memergoki aktivitas distribusi ratusan tabung gas 3 kg berlebel hijau menggunakan mobil box dari sebuah rumah penampungan di wilayah Kota Jambi.
Saat didatangi, sejumlah tabung gas 3 kg tampak telah dimuat ke dalam mobil box, siap diedarkan ke toko-toko di seputaran kota jambi.
Berinisial S yang berperan sebagai penampung sekaligus pengecer, mengakui bahwa ratusan tabung gas tersebut ia dapatkan dari Kabupaten Batang Hari. Lebih mengejutkan lagi, S menyebut nama seorang oknum perwira polisi aktif berinisial Kompol A sebagai sumber suplai gas subsidi tersebut.
“Saya beli langsung ke Batang Hari dari Kompol A, minimal 200 tabung sekali ambil. Harganya 25 ribu per tabung. Kadang seminggu 3 sampai 5 kali. Disimpan di rumah adik ipar saya, kemudian kami jual lagi ke toko-toko seharga 29 sampai 32 ribu. Kalau ke warga langsung, kami jual 34 ribu per tabung,” ujar S kepada wartawan.
Tindakan ini jelas menyalahi ketentuan distribusi LPG 3 kg bersubsidi yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat tidak mampu. Dugaan penyimpangan rantai distribusi ini semakin serius ketika S menyebut keterlibatan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pengawas, bukan pelaku.
Lebih mencengangkan, S juga memberikan nomor WhatsApp Kompol A kepada wartawan sebagai bukti keterlibatan.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kompol A tidak membantah secara langsung, namun justru mengajak pertemuan dengan S di Bulian untuk “duduk ngobrol”.
“Ajak saja S ke Bulian, kita duduk ngobrol. Gas itu dari PT Tangguh. Baiknya kita bertiga duduk biar jelas,” tulis Kompol A dalam pesan WhatsApp.
Upaya konfirmasi lanjutan yang dilakukan oleh tim Media Polisi nasinal belum mendapatkan tanggapan resmi dari Kompol A, Hal ini justru menambah kecurigaan atas dugaan keterlibatan dalam penyimpangan distribusi gas bersubsidi.
(Y4N/Tim)













