Kampar – tintaindonesesia.my.id
Kondisi infrastruktur UPT SD Negeri 028 Kubang Jaya yang beralamat di Jl. Garuda KPP II, Kabupaten Kampar, provinsi Riau, tampak sangat memprihatinkan. Sejumlah wali murid mempertanyakan transparansi dan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun bantuan pembangunan/rehabilitasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar.
Pantauan wartawan di lokasi, jendela kaca sekolah banyak yang pecah, ruang kelas tanpa daun pintu, bahkan ruang belajar yang semestinya nyaman justru tak memiliki kursi. Murid-murid terpaksa belajar di lantai dengan menggunakan meja lesehan. Lebih parah lagi, salah satu ruangan hanya berdinding gipsum yang kini tampak jebol.
“Sesekali datanglah ke sekolah anak kami, Pak. Tolong angkat kemana pemanfaatan dana BOS. Apakah ada bantuan dari Pemkab Kampar, khususnya Dinas Pendidikan? Sebab kondisi sekolah sangat memprihatinkan, sementara iuran juga sering diminta kepada murid,” keluh seorang wali murid kepada awak media, Selasa (23/09/2025).
Seorang wali murid lainnya yang ditemui Kamis (25/09/2025) mengaku tahun lalu anaknya diminta iuran untuk pembelian kipas angin dan cat tembok ruang kelas.
“Tahun kemarin anak kami diminta iuran untuk pembelian kipas angin dan cat tembok,” ujarnya.
Upaya konfirmasi langsung ke pihak sekolah tidak membuahkan hasil. Kepala sekolah dikabarkan tidak berada di tempat.
“Hari ini kepala sekolah berhalangan hadir. Untuk nomor kontak, kami tidak berani memberikan tanpa persetujuan beliau,” ujar salah seorang tenaga usaha sekolah.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang peran dan pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar. Program BOS maupun bantuan pembangunan/rehab semestinya ditujukan untuk memperbaiki fasilitas belajar-mengajar, bukan membiarkan sekolah terpuruk dan orang tua dibebani iuran.
Pemerhati pendidikan menilai, buruknya kondisi SDN 028 Kubang Jaya adalah cermin lemahnya pengawasan pemerintah daerah.
“Jika sekolah dasar negeri saja dibiarkan seperti ini, lalu ke mana arah pendidikan kita? Ini alarm keras bagi Dinas Pendidikan Kampar untuk segera turun tangan,” tegas seorang pemerhati pendidikan di provinsi Riau.
Pewarta : Adi Riswanto













