Tinta Indonesia
banner 728x250

Pemkot Cilegon Dan DPRD Abai Penderitaan Nelayan Tanjung Peni, Akan Gelar Aksi Demo

CILEGON//Tintaindonesia.my.id, – Puluhan Nelayan Tanjung Peni, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon kembali melakukan aksi gotong royong mengeruk jalur keluar masuk perahu. Kondisi pangkalan yang semakin dangkal memaksa nelayan menyewa alat berat longarm demi bisa melaut.

‎Kegiatan itu menjadi bentuk keputusasaan nelayan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon maupun DPRD Cilegon dinilai abai terhadap penderitaan masyarakat pesisir.

‎“Kami sudah berkali-kali menyuarakan keluhan, tapi Pemkot dan DPRD hanya diam. Pangkalan makin dangkal, akses perahu sulit, sementara industri tetap dibiarkan merusak,” tegas Supiyandi, Wakil Ketua Rukun Nelayan Tanjung Peni, Senin (8/9/2025).

‎Supiyandi menambahkan, DPRD Cilegon seharusnya tidak hanya duduk manis, melainkan turun langsung memastikan penyebab pendangkalan. Ia menyebut ada indikasi kuat aktivitas industri yang menutup aliran sungai, pembuangan limbah lumpur, hingga penumpukan sampah.

‎ “Kami mendesak DPRD segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Jangan hanya jadi stempel kebijakan Pemkot, tapi keluarkan rekomendasi tegas untuk menindak perusahaan nakal,” paparnya.

‎Nelayan juga meminta DPRD berani memberikan sanksi keras bagi perusahaan yang terbukti menyebabkan kerusakan lingkungan.

‎Para nelayan juga menyinggung Wali Kota Cilegon, Robinsar, yang pernah datang saat masih menjadi calon wali kota. Saat itu, ia berjanji memperhatikan nasib nelayan Tanjung Peni. Namun kini setelah menjabat, janji itu tak pernah terbukti.

‎“Ketika kami minta bantuan, jawabannya hanya insyaallah. Ini penghinaan bagi kami nelayan. Wali kota harus bertanggung jawab, bukan sekadar lempar janji,” ucap Supiyandi dengan nada kecewa.

‎Selain pendangkalan, nelayan menuding adanya pencemaran serius dari limbah lumpur industri. Mereka mendesak DPRD dan Pemkot segera menyusun langkah konkret agar persoalan tidak berlarut-larut.

‎”Kami sudah cukup sabar. Kalau DPRD dan Wali Kota tidak segera bertindak, kami siap menggelar aksi lebih besar. Jangan biarkan nelayan Tanjung Peni jadi korban keserakahan industri,” tutup Supiyandi.(L30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *