TANJABBAR , tintaindonesia.my.id
Aroma janggal tercium dari upaya yang diduga untuk menutup-nutupi pemberitaan terkait SMK Negeri 1 Tanjabbar. Salah seorang oknum wartawan berinisial R menyampaikan permintaan kepada awak media tintaindonesia.my.id untuk menghapus berita yang telah tayang sebelumnya.
Permintaan ini disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp, dengan alasan hubungan kekeluargaan dengan kepala sekolah yang bersangkutan.
“Assalamualaikum Adi, mohon maaf saya minta tolong, karena kepala sekolah SMK Manunggal (SMK Negeri 1 Tanjabbar -red.) itu anak ponakan saya, jadi dia tadi minta tolong sama saya. Tolong berita itu dihapus, nanti kita datang ke rumahnya, karena anak saya nian”, demikian isi pesan yang dikirimkan pada Minggu, 29 Juni 2025.
Permintaan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa ada upaya untuk menghapus berita? Apakah ada yang ingin disembunyikan?
Sebagai media yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, awak media tintaindonesia.my.id telah menyampaikan bahwa kewenangan penghapusan berita bukan berada di tangan wartawan lapangan, melainkan ada pada pimpinan redaksi. Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik dalam menyampaikan informasi yang faktual dan berimbang kepada publik.
Sebelumnya, SMK Negeri 1 Tanjabbar telah dua kali menjadi sorotan pemberitaan di media ini, yang pertama berjudul “Pengibaran Bendera Usang di Tengah Dana Melimpah” dan yang kedua berjudul “Infrastruktur SMKN 1 Memprihatinkan, Pengelolaan Dana BOS Dipertanyakan”
Dua judul di atas bukan isapan jempol semata. Fakta di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan antara besarnya aliran dana BOS yang diterima sekolah dengan kondisi fisik serta fasilitas yang seharusnya menjadi prioritas perbaikan.
Kini, dengan adanya permintaan penghapusan berita melalui jalur informal, muncul dugaan adanya indikasi ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran yang semestinya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan.
Ada Apa dengan Dana BOS di SMK Negeri 1 Tanjabbar?
Pertanyaan itu semakin relevan untuk digali lebih dalam. Apakah dana yang seharusnya digunakan untuk perbaikan infrastruktur dan kebutuhan siswa justru diselewengkan atau tidak digunakan sebagaimana mestinya?
Awak media tintaindonesia.my.id berkomitmen untuk terus mengusut tuntas dan melanjutkan investigasi terkait dugaan kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut. Sebab, transparansi anggaran pendidikan adalah hak publik, terutama para orang tua dan siswa yang berharap mendapat fasilitas terbaik dari negara.
Nantikan laporan investigasi lanjutan kami. Kebenaran tak bisa dibungkam.
Pewarta: Adi













